Nyeblak di Seblak Teh Ucu Lagi setelah Sekian Lama
Sudah cukup lama saya dan istri tidak menikmati seblak Teh Ucu. Seblak ini sudah menjadi langganan istri sejak sebelum menikah. Tentu saja, setelah menikah, saya otomatis menjadi langganannya juga.
Yang unik dari seblak Teh Ucu adalah rasanya yang khas dan sangat pas di lidah. Saya sudah coba berbagai jenis seblak, dan saya berani bilang bahwa seblak Teh Ucu adalah salah satu seblak paling enak yang ada di Pangandaran.
Dulu, menunya masih berupa paketan. Tapi sejak beberapa waktu lalu, berubah menjadi prasmanan. Menurut saya, ini langkah yang tepat karena setiap orang seleranya beda-beda. Ada yang mungkin sedang ingin makan seblak kerupuk dan telur saja, atau ada yang sedang ingin makan seblak komplit. Pilihan sepenuhnya ada di tangan konsumen.
Seperti hari ini. Tiba-tiba saja saya ingin menambahkan jamur enoki. Padahal, biasanya saya seblak dengan komposisi telur, kerupuk oranye, sayuran, cilok atau bakso, dan tulang-taleng. Bagi saya, komposisi ini wajib ada dalam satu porsi seblak.
Tentu saja, harga menyesuaikan dengan bahan seblak yang diambil. Semakin banyak, semakin mahal. Komposisi wajib ini bagi saya sudah cukup pas dari segi harga juga.
Saya pesan seblak asin manis kecap. Menurut saya, ini adalah rasa signature dari Seblak Teh Ucu yang tidak pernah saya temui di kedai-kedai seblak lainnya. Jadi, rasanya belum nyeblak di Seblak Teh Ucu kalau rasanya bukan seblak asin manis kecap.
Yang saya heran, sebagian besar kedai seblak enak yang pernah saya kunjungi lokasinya pasti jauh dari pusat kota. Termasuk Seblak Teh Ucu. Kedai seblak ini alamatnya ada di Jamanis, Parigi, Pangandaran. Video ini, saya rasa, sangat cukup untuk memberikan gambaran tentang bagaimana suasana jalan menuju Seblak Teh Ucu. Berikut link Google Maps-nya juga.