31 Mei 2026

Rem SaaS

Link Threads: https://www.threads.com/@by.adipurnm/post/DY_aR-6Cdhj

Sekarang, kalau kepikiran ide SaaS, saya rem dulu, nggak langsung eksekusi seperti sebelumnya.

Begini ceritanya.

Saya dulu apa-apa bikin SaaS. Yang penting bikin aja dulu.

Hasilnya? Banyak project yang berujung di localhost.

Alasan utamanya: anxiety. Setiap kali mau rilis, selalu kepikiran, "emang ada ya yang mau pakai produk saya?".

Beberapa berhasil dirilis, tapi user-nya saya sendiri.

Bulan-bulan pertama masih semangat. Tapi, semakin kesini, semangat itu perlahan memudar. Nggak sampai hilang, hanya jauh lebih kecil dibanding sebelumnya.

Contohnya, saat saya bikin Wang: aplikasi pencatatan keuangan. Pas ngembangin aplikasi ini rasanya semangat banget. Sambil berandai-andai, kalau pakai skema pricing begini, berarti saya bisa untung sekian per bulan.

Sampai akhirnya aplikasi selesai dikembangkan dan rilis, usernya hanya saya sendiri.

Dari sini saya sadar. Ternyata, saya lebih suka proses building nya ketimbang marketing produk.

Mungkin karena proses building itu pasti: fitur mana yang belum selesai, ada bug di fitur mana, dan sebagainya. Computer never lies.

Sedangkan marketing? Hubungannya sudah bukan manusia dan komputer lagi, tapi manusia dengan manusia. Dan manusia itu unik, tidak seperti komputer. 

Oleh karena itu, setiap kali build produk, saya nggak benar-benar melakukan validasi pasar yang mendalam.

Saya selalu pakai mindset "solve your own problem", lalu langsung build product begitu aja, tanpa mencari tahu apakah problem saya bisa di-solve dengan tools yang sudah ada.

Saya akui, ego saya untuk build product lebih tinggi ketimbang ego saya untuk mengakui bahwa tools yang udah ada sebenarnya bisa solve problem saya.

Saya juga sadar akan satu hal: SaaS itu soal komitmen dan trust.

Ada data user yang harus dijaga kerahasiaannya.

Ada infrastruktur yang harus dijaga availability-nya.

Ada aplikasi yang harus dijaga performa dan kualitasnya.

SaaS-mu akan menentukan kredibilitasmu di dunia maya. 

Semua pelajaran yang saya peroleh di atas berhasil adalah rem yang selalu saya pakai setiap kali saya mau bikin produk baru.

Kalau saya merasa idenya itu cukup bagus, tetap harus ada validasi pasar, supaya kesalahan yang sama nggak terulang lagi.

Sehingga, waktu yang ada bisa saya manfaatkan untuk hal lain, seperti marketing dan urus media sosial produk undangan digital saya, menulis e-book baru, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. 

#SaaS #Threads


Tulisan lainnya