10 Juni 2026

Membaca Tulisan Ringkas

Link Threads: https://www.threads.com/@by.adipurnm/post/DZZK3roiLJK?xmt=AQG0KSbN7IkBNRt4eE60FxZSdPzMq0z6qaAWbgOhaoEQMKNL7JN_Fo_3PU8LIIGx7Mzb-vS6&slof=1


Saya pernah baca satu tulisan di suatu blog yang satu paragraf isinya hanya satu kalimat to the point.

Memang lebih ringkas, dan poin utamanya tersampaikan. Tapi di sisi lain, saya malah merasa lelah saat membaca tulisan-tulisan selanjutnya.

Dalih penulis: orang-orang sekarang sudah tidak lagi membaca. Mereka skimming. Tulisan panjang bikin pembaca malas baca dan kabur sebelum membaca tulisan seutuhnya. Tapi, penulis tersebut lupa: terlalu banyak informasi yang diserap dalam waktu yang singkat justru membuat otak cepat lelah. Ibarat kita yang terbiasa lari dengan pace 5 dipaksa lari dengan pace 3.

It's OK kalau tulisannya itu untuk AI. Tapi, pembaca itu manusia yang pada dasarnya senang bercerita. Membaca tulisan itu ibarat mendengarkan cerita penulis, tapi tidak langsung. Kalau semua paragraf isinya pendek-pendek dan langsung to the point, membacanya juga seperti mendengar cerita robot.

Ini bukan berarti kita harus nulis panjang-panjang setiap paragrafnya. Siapa juga yang mau membaca tulisan yang bertele-tele. Komposisinya harus pas. Kapan harus bercerita, kapan harus menyampaikan gagasan utama. Ibarat memasak makanan. Terlalu banyak garam jadi keasinan, terlalu sedikit malah hambar.

Ini yang sedang saya praktekkan di konten-konten sebelumnya. Dengan format ini, beberapa post ada yang viral. Meskipun saya tidak terlalu mengejar viral sih, tapi intinya, format ini bisa dibilang berhasil. Ini hanya preferensi saya aja. Kalau kamu, lebih suka tulisan pendek-pendek atau tulisan naratif tapi nggak bertele-tele?

#Threads


Tulisan lainnya