adipurnm

adipurnm's log

December 26, 2025

Tahun ini adalah tahun saya paling rajin nulis

Ketika saya menulis artikel ini, sudah ada 91 tulisan yang saya buat di tahun ini. Belum termasuk tulisan ini, tulisan di AdiOnRails, tulisan yang dikirim ke Mojok, dan tulisan di seri Melek Digital.

Jumlah ini sangat banyak, dan harusnya bisa mencapai 100+ kalau saya bisa mempertahankan konsistensi menulis. Sayangnya, saya sempat kehilangan motivasi untuk menulis di blog pada beberapa waktu tertentu.

Dulu waktu nge-blog di WordPress, mencapai 70 tulisan saja rasanya sulit sekali. Mentok mau nulis apa lagi.

Perlu diketahui, kalau 70 tulisan yang saya maksud adalah semua tulisan di blog, bukan tulisan yang ditulis tahun ini.

Dan… di sinilah saya sekarang.

Menulis apa yang ingin ditulis.
Menulis apa yang menurut saya menarik untuk dibagikan.
Menulis sekedar mengeluarkan isi kepala.
Menulis tanpa dibatasi niche.

Rasanya lebih bebas. Saking bebasnya, nggak kerasa udah 90+ tulisan aja.

Saya bahkan kemarin-kemarin kepikiran untuk menggabungkan tulisan yang saya buat di satu website saja. Sehingga, tulisan-tulisan di AdiOnRails dipindahkan juga ke blog ini dan dibuat jadi satu seri baru. Sehingga, blog ini benar-benar menjadi sebuah personal hub yang sangat lengkap.

Tapi… setelah dipikir-pikir, sayang juga sama domain yang udah dibeli, haha. Jadi sepertinya untuk saat ini, tulisan-tulisan tersebut belum akan saya pindahkan. Setidaknya sampai domainnya mau kadaluarsa.

Ini bukan sekedar soal uang

Mungkin kalian pernah berpikir, memang nulis begini bisa dapet uang?

Kalau yang dimaksud itu dapat uang dengan cepat, jawabannya tidak.

Sudah saya tulisan di halaman beranda (kalau tulisannya masih belum berubah ya), menulis adalah hobi saya sejak 2012. Jadi, ini soal hobi, bukan lagi sekedar soal uang.

Selain hobi, ini adalah cara saya ngonten. Saya pernah bahas kalau ngonten itu nggak melulu soal bikin video. Walaupun, nggak bisa dipungkiri, orang-orang lebih suka konten audio visual.

Saya memandang aktivitas ngonten sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Artinya, tujuannya adalah untuk diri sendiri dulu, bukan viewers atau pembaca.

Ini sama seperti saya melepaskan diri dari jebakan niche. Kalau targetnya cari followers yang banyak, atau cari engagement setinggi-tingginya:

  1. saya bingung mau bikin konten apa
  2. saya nggak enjoy bikin kontennya

Poin kedua adalah poin yang cukup penting, karena ini yang jadi bahan bakar untuk ngonten. Kalau nggak enjoy, bikin konten bukannya bikin senang, tapi malah bikin stress.

Menentukan jenis konten juga sangat mempengaruhi enjoy tidaknya kita bikin konten. Saya lebih enjoy bikin konten tulisan, makanya konten saya kebanyakan tulisan ketimbang video.

Dengan begini, bukan berarti saya juga nggak mencoba jenis konten lain. Saya bikin beberapa konten video juga di akun Kanyaah dan akun saya pribadi. Tapi, intensitasnya nggak sesering menulis. Sejauh ini saya cukup menikmatinya, tapi belum menjadi fokus utama.

Dari nulis, saya juga berkenalan dengan orang-orang keren

Dari aktivitas sharing di Threads, saya bisa berkenalan dengan orang-orang keren. Saya juga mendapatkan beberapa tawaran project freelance dan berhasil menjual beberapa produk digital sejak aktif sharing di Threads.

Jadi, nulis begini bisa dibilang menghasilkan uang kok. Hanya saja, prosesnya lama, sehingga lebih cocok untuk investasi jangka panjang.

Saya selalu sarankan, kalau memang mau cepat dapat uang, solusinya kalau nggak kerja sama orang lain, ya jualan apapun: produk fisik, produk digital, atau jasa. Dua cara itu yang sudah terbukti dari sejak zaman Rasulullah (kecuali jualan produk digital 😋).

Jangan terlalu pedulikan orang-orang yang sering bilang “ujung-ujungnya jualan”. Jualan aja! Emang kenapa kalau ujung-ujungnya jualan?

Udah ah, jadi kemana-mana gini kan jadinya, haha.

Semoga di tahun 2026 saya bisa lebih konsisten menulis dan sharing daripada di tahun ini. Saya cukupkan dulu, karena sudah terlalu panjang.

Terima kasih sudah membaca!

Balas melalui email.

Suka dengan karya/tulisan saya?