Retrospeksi 2025 dan resolusi 2026
Daftar Isi
Mari kita lihat resolusi apa saja yang saya buat tepat satu tahun yang lalu di tulisan ini, dan bagaimana realisasinya.
Retrospeksi resolusi 2025
Start to create content
Apakah tercapai?
Ya. Saya membuat beberapa konten video di akun TikTok dan Instagram. Saya publikasikan di akun pribadi dan akun Kanyaah. Meskipun hanya terhitung jari, sih, hehe. Tapi, sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.
Apa tantangannya dan bagaimana solusinya?
Awal-awal saya cukup kikuk ngobrol depan kamera. Semacam kurang percaya diri dan bingung mau ngomong apa aja. Tapi setelah bikin 2 sampai 3 konten, saya mulai cukup terbiasa, meskipun kadang ngobrolnya masih terbata-bata.
Solusinya mungkin bisa lakukan persiapan dengan lebih matang. Bikin script untuk garis besar konten, biar nggak bingung mau bahas apa lagi. Dan yang paling penting, tetap konsisten bikin konten: bisa karena terbiasa.
Write ebook
Apakah tercapai?
Ya. Saya berhasil menyelesaikan e-book komersil pertama saya, yaitu The Programmer’s Mindset. Sampai saat ini, baru 3 orang yang membeli e-book tersebut.
Saya juga sedang menulis e-book lainnya. Detail masih dirahasiakan, ditunggu saja, hihi.
Apa tantangannya dan bagaimana solusinya?
Tantangan utama nulis e-book itu sejauh ini cuma 2: kena writer’s block, atau lagi nggak mood nulis. Kena salah satu dari kedua ini, mau bagaimanapun saya mencoba menulis, rasanya sulit sekali. Bahkan, satu paragraf pun bisa dibuat dalam beberapa menit. Udah nulis paragraf, dihapus lagi karena saya rasa kalimatnya jelek. Atau, setelah nulis satu paragraf, bingung cara menyambungkan kalimat sekarang dengan kalimat berikutnya.
Kalau sudah begini, solusinya:
- Stop nulis dulu, dan cari kegiatan lain, misal main game, atau baca-baca tulisan orang untuk mendapatkan inspirasi
- Kurang-kurangi mengejar perfection di versi pertama. Yang penting, tulis dulu aja. Editing ada waktunya sendiri
Write blog posts regularly
Apakah tercapai?
Pastinya! Kalau nggak, nggak mungkin saya nulis tulisan ini, haha.
Apa tantangannya dan bagaimana solusinya?
Tantangan utamanya adalah demotivasi dan hilang arah. Di suatu waktu, saya pernah terpikir untuk memfokuskan blog ini jadi satu niche tertentu aja. Setelah dicoba, tidak berhasil. Saya malah jadi lebih jarang menulis.
Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke setelan awal: konten gado-gado. Saya baru sadar, ternyata ada yang lebih penting daripada sekedar jumlah views, yaitu enjoy nggak-nya saya bikin tulisan tersebut.
Membatasi topik jadi satu niche tertentu bikin saya nggak enjoy nulis. Rasanya ada semacam penghalang yang menghalangi saya untuk menulis. Setelah saya memutuskan untuk menghancurkan penghalang itu, boom! Hampir 100 tulisan berhasil saya tulis tahun ini.
Selain itu, saya kadang masih kepikiran untuk nyoba self-host WordPress buat blogging. Supaya, proses publish tulisan bisa jadi lebih praktis dari Android. Tapi, saya selalu diingatkan kembali alasan kenapa saya memilih Jekyll dan host blog saya di GitHub. Saya pernah tulis di sini. Jadinya memang harus ada UX yang harus dikorbankan.
Focus more on Kanyaah
Apakah tercapai?
Bisa dibilang iya, bisa dibilang tidak. Saya hanya fokus pada beberapa waktu aja. Sisanya, disibukkan dengan kesibukan lain.
Saya berhasil:
- Bikin beberapa konten di Instagram dan TikTok Kanyaah
- Menambahkan 3 template undangan baru
- Mendapatkan 8 pesanan undangan secara organik
- Menambahkan 7 artikel baru, dan menemukan 1 winning keyword
Apa tantangannya dan bagaimana solusinya?
Tantangan utamanya adalah mencari orang yang mau bikin undangan di Kanyaah. Perlu diakui bahwa bisnis undangan digital ini sudah termasuk bisnis red ocean, alias banyak pesaingnya. Di pasar red ocean memang harus pinter-pinter cari positioning.
Strategi lain bisa melakukan partnership dengan vendor-vendor pernikahan, tapi ada beberapa pertimbangan yang sampai saat ini membuat saya belum merealisasikannya.
Start new boring side hustles
Apakah tercapai?
Ya. Saat ini saya membuka jasa pengembangan website dan web app. Saya juga sempat mau bikin micro SaaS baru. Tapi, saya memutuskan untuk menundanya dulu karena satu dan lain hal.
Apa tantangannya dan bagaimana solusinya?
Sebagai orang dengan background IT dan duduk depan komputer —menulis baris-baris kode sebagai zona nyaman saya—, menawarkan jasa saya kepada orang lain rupanya cukup menantang. Dimulai dari mempelajari bagaimana cara menawaran jasa supaya calon client paham bahwa mereka membutuhkan solusi yang saya tawarkan, dan sebagainya.
Apa yang saya pelajari ini kemudian saya implementasikan kepada calon client berikutnya.
Resolusi 2026
Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan dan fokuskan di tahun ini:
- Menulis beberapa e-book lagi
- Lebih aktif ngonten di TikTok dan IG
- Lebih gencar masarin Kanyaah
- Dapat real client untuk jasa website dan web app
- Launch 1 Micro SaaS
- Tetap konsisten menulis di blog
Oiya, beberapa waktu lalu saya mimpi saldo rekening saya sampai 600 juta! Ahaha. Semoga tahun ini 600 juta di rekening bukan lagi mimpi, tapi jadi kenyataan. Aamiin.
Bismillah, semoga ada jalan. Pasti ada jalan.
Balas melalui email.
Suka dengan karya/tulisan saya?