Menambahkan Efek Zoom dan Follow Cursor di OBS

Berbicara soal tools untuk membuat video demo produk, saya rasa ScreenStudio dan Cap adalah dua opsi yang populer. Hasilnya menarik untuk disimak karena ada efek zoom in dan follow cursor yang otomatis aktif jika kita menggeser cursor ke suatu menu tertentu. Tapi, ScreenStudio hanya tersedia untuk macOS, dan Cap, meskipun tersedia untuk Linux, harga langganannya in this economy bagi saya terbilang mahal: $58 lifetime atau sekitar 1 jutaan. Sudah coba build sendiri, tapi laptop saya malah hang, haha.

Ada satu opsi lagi, yaitu OpenScreen. Tapi karena OpenScreen tidak bisa mendeteksi screen cast, jadinya tidak bisa saya gunakan. Saya bertanya kepada AI apakah ada rekomendasi software gratis untuk ini, dan disarankan untuk menggunakan OBS dengan skrip Zoom and Follow.

Instalasi

Skrip zoom and follow ini berupa skrip dalam bahasa pemrograman Python, jadi untuk menggunakan skrip ini, pastikan Python versi terbaru sudah terinstal di komputer masing-masing. Setelah install, download project berisi skrip tersebut, lalu jalankan atau python -m pip install -r requirements.txt atau python3 -m pip install -r requirements.txt.

Setelah itu, tambahkan zoom_and_follow_mouse.py sebagai skrip OBS. Masuk ke Tools > Scripts, lalu klik ikon + di pojok kanan bawah dan pilih skrip tersebut. Sesuaikan Zoom Window Width dan Zoom Window Height sesuai selera kamu. Kalau layar kamu Full HD (1920x1080), set zoom window ke 1280x720 menurut saya sudah sangat cukup.

Setelah menginstal skrip ini, efek zoom dan follow mouse tidak berjalan otomatis. Harus menambahkan hotkey untuk toggle Zoom dan Follow cursor.

Zoominator: Alternatif yang Lebih Baik

Setelah tanya-tanya AI lagi, saya menemukan alternatif yang lebih baik, yaitu Zoominator. Plugin ini tidak berupa skrip, melainkan plugin bawaan OBS. Yang ini lebih baik karena saya bisa mengatur berapa zoom factor-nya, bagaimana behavior-nya (hold/toggle), apa trigger-nya (mouse button/keyboard), serta beberapa pengaturan lainnya.

Cara instalasinya terbilang gampang, cukup mengunduh versi terbaru dari halaman https://github.com/mmlTools/zoominator/releases sesuai dengan sistem operasi masing-masing. Karena saya pakai Ubuntu, saya pilih file zoominator-<version>-x86_64-linux-gnu.deb. Setelah diinstal, Zoominator dapat diakses di menu Tools.

Ini hasilnya:

Hasilnya memang tidak sebagus ScreenStudio atau Cap, tapi bagi saya sudah sangat cukup untuk kepentingan membuat video demo produk. Cukup merepotkan karena harus manual untuk mengatur zoom in-out. Perlu sering-sering dipakai supaya terbiasa. Tahu kapan harus zoom in dan kapan harus zoom out.

Kalau kamu terkendala budget juga, kamu bisa coba setup ini untuk membuat video demo produk. Semoga bermanfaat!

Ada pertanyaan atau tanggapan tentang artikel ini? Balas via email