Kenapa Menggunakan Kadence Stack
Di WordPress, banyak sekali page builder yang bisa digunakan untuk membangun website. Dua di antaranya adalah Elementor dan BricksBuilder.
Di awal saya belajar WordPress, saya sering menggunakan Elementor. Tapi, HTML yang dihasilkan oleh Elementor menurut saya terlalu bloated. Banyak komponen yang sebenarnya bisa dibuat lebih sederhana, tapi hasil generate Elementor malah jadi kompleks. Ditambah, Elementor ini perusahaan Israel. Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, sebisa mungkin saya tidak menggunakan produk-produk Israel. Silakan bertakwa sesuai kemampuan masing-masing.
Kembali lagi ke topik. Saya cukup tertarik untuk belajar BricksBuilder, tapi sayangnya BricksBuilder tidak tersedia versi gratisnya. Setelah mencari alternatif lainnya, saya menemukan stack yang lebih dari cukup, meskipun menggunakan versi gratisnya, yaitu The Kadence Stack.
Sederhana saja: cukup instal tema Kadence dan Kadence Blocks, kita sebenarnya sudah bisa membuat website company profile yang sangat memadai menggunakan page builder bawaan WordPress, yaitu Gutenberg. HTML yang dihasilkan tidak bloated seperti Elementor, jadi website yang dihasilkan jadi ringan dan klien pun puas dengan hasilnya.
Yang membuat saya cukup nyaman dengan Kadence Blocks adalah spacing-nya yang sudah predefined, dari XS hingga 4XL, sehingga baik padding maupun margin nilainya konsisten. Jika perlu ukuran kustom, Kadence juga sudah mendukungnya.
Kadence Stack ini sudah saya bahas di e-book saya yang satu ini:
Kalau kamu tertarik juga untuk memulai jasa pembuatan website, tapi bingung mulai dari mana, e-book seharga satu porsi bakso ini mungkin cocok untuk kamu.
