$10 Well Spent
Sudah setengah tahun saya langganan OpenCode Go paket $10, dan baru bulan ini saya merasa bahwa $10 ini benar-benar membawa saya sangat jauh. Dengan modal $10, atau sekitar Rp188.000, bulan ini saya:
- Membuat framework Izen dan rewrite personal project ke stack ini untuk menghemat resource server. Saya pernah menulisnya di sini.
- Membuat dua produk baru: Wang! Lite dan R2 Uploader.
- Me-revamp website Kanyaah dan menambahkan 18 template baru. 18! Dulu sebelum ada AI, membuat satu template saja bisa memakan waktu beberapa hari karena harus memikirkan desain sekaligus slicing desain jadi HTML.
- Melakukan beberapa enhancement di Wang!.
- Membuat pass-tui (TUI app untuk manajemen
passpassword store) dan todotxt-tui (TUI app untuk manajemen todo dengan format todotxt) yang keduanya berbasis framework ruby-tui. - Membuat toko online untuk istri berjualan (masih belum launching).
Pencapaian ini mustahil dilakukan di era sebelum AI. Waktu dan tenaga saya tidak akan cukup untuk mengerjakan semua proyek ini. Ini membuktikan bahwa komputer sekarang benar-benar malleable: mudah ditempa sesuai keinginan sendiri. Cukup kasih prompt dalam bahasa masing-masing, dan AI akan mengerjakan sisanya.
Di semua project di atas, saya hanya berperan sebagai director dan QA. Saya tidak menyentuh kode sama sekali. Revamp website Kanyaah pun saya lakukan sambil rebahan di kasur via HP dan Tailscale sambil sesekali nonton drama singkat di TikTok yang cukup sering berseliweran.
Coding benar-benar sudah menjadi komoditas. Prediksi Dario bulan Januari lalu rupanya jadi kenyataan: bahwa software engineering benar-benar bisa diotomatisasi dalam 6 hingga 12 bulan ke depan.
DeepSeek 4.1 Flash is Goat
Semua project di atas 99% saya kerjakan menggunakan DeepSeek 4.1 Flash. Jujur aja, DeepSeek 4.1 jauh lebih pintar ketimbang Deepseek 4 Flash, dengan harga dan token per second yang tidak jauh berbeda dengan DeepSeek 4 Flash.
Selama pakai DeepSeek 4 Flash, saya cukup sering harus prompt beberapa kali dulu supaya hasilnya benar-benar sesuai. Sedangkan DeepSeek 4.1, cukup satu-dua prompt saja hasilnya sudah sangat sesuai harapan. Bahkan di beberapa kasus, DeepSeek 4.1 Flash benar-benar melakukan one-shot prompt.
Di Thread ini, prompt saya hanya sebatas buatkan PoC untuk membuat aplikasi TUI menggunakan pure Ruby, tapi yang saya peroleh adalah aplikasi process manager bernama rtop dengan tampilan yang ciamik. Saya kaget karena tidak berekspektasi terlalu tinggi. Terakhir saya minta DeepSeek 4 Flash untuk develop aplikasi TUI menggunakan gem tty-toolkit hasilnya tidak memuaskan.

Saya nggak ngerti apakah DeepSeek masih bakar uang atau gimana, tapi dari sekian model china yang ada, menurut saya DeepSeek yang paling oke dari sisi harga dan token per second yang diperoleh. Apalagi DeepSeek 4.1 Flash yang jauh lebih pintar ketimbang DeepSeek 4 Flash.
Slowing down
Sekarang saya lagi di fase slow down karena limit saya sisa segini.

Masih ada sisa waktu seminggu. Saya simpan untuk jaga-jaga saja, jika sewaktu-waktu saya perlu AI lagi dan cukup penting. Sambil nunggu limit reset, mari jualan dulu supaya modal $10 ini bisa balik lagi dan dijadikan lagi modal di bulan berikutnya, hehe.