Beberapa Perubahan di Kota Ciamis
Setelah beberapa bulan ditinggal merantau, saya merasa pangling ketika kembali ke kampung halaman saya: Ciamis. Saat tiba di daerah sekitar rumah saya, saya jadi agak ‘kagok’. Rasanya kok, aneh gitu ya. Perasaan banyak banget yang berubah, dari pohon kelapa yang ada di dekat rumah saya yang tadinya masih hijau sekarang cuma tinggal batangnya saja; beberapa bangunan yang direnovasi. Aneh aja, pokoknya.
Ternyata nggak hanya di sekitaran rumah saya aja. Jalan raya pun dari yang tadinya nggak rata dan banyak lubang, sekarang jadi mulus, lus, lus. Sekarang juga udah ada jalur khusus sepeda. Tapi hanya di beberapa jalan tertentu saja.
Tapi, yang saya lihat bukan sepeda yang sedang melaju, tapi mobil yang sedang terparkir. Hahaha, Indonesia sekali.

Di daerah alun-alun Ciamis sendiri terdapat beberapa perubahan. Pertama, ada tulisan “ALUN-ALUN CIAMIS” besar di, kalau saya sendiri sering menyebutnya alun-alun bawah. Awalnya kaget juga, sekaligus kagum. Tapi, kalau hari Minggu, biasanya para pedagang kaki lima suka ‘buka lapak’ di daerah yang ada tulisannya itu. Jadi hasilnya akan seperti ini:

Di alun-alun atas, tempat biasanya ibu-ibu senam pagi kalau hari Minggu, ada banyak bangku yang berjejer. Ada tulisan “TAMAN ANGGUR”-nya juga. Tapi karena menuai kontroversi, akhirnya kata “ANGGUR”-nya dicabut, jadi hanya menyisiakan kata “TAMAN”.

Di daerah Sikuraja, ada gedung kesenian. Sampai saat saya nulis ini saya nggak tahu, itu gedung bakalan dipake apaan, ya.

Tapi, di samping itu semua, saya sebagai warga Ciamis merasa bangga dengan inovasi-inovasi ini. Membuat Ciamis jadi lebih indah dan nyaman. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus berinovasi, untuk Ciamis yang lebih baik. Aamiin.
Catatan:
Setelah menulis ini saya jadi ingin jogging lagi ke alun-alun Ciamis, hahaha.
Balas melalui email.