04 Juni 2026

Mengontrol Pikiran

Link Threads: https://www.threads.com/@by.adipurnm/post/DZJuCRfky2H

Bapak-bapak programmer...

Mulai sekarang, yuk mulai belajar mengontrol isi pikiran kita.

Saat liburan ke Solo baru-baru ini, di sela-sela waktu istirahat, saya menyempatkan diri untuk update konten di Instagram dan Threads-nya Kanyaah.

Buat yang belum tau, Kanyaah adalah brand undangan digital saya sendiri.

Saat sedang ngoding atau update konten begini, ekspresi wajah saya biasanya jauh lebih serius. Alis berkerut. Mata tajam menatap layar HP atau laptop.

Isi pikiran? Sudah pasti berisik.

Berisik memikirkan konten apa yang harus dipublish berikutnya. Berisik memikirkan cara apa lagi yang bisa dilakukan untuk mendongkrak sales.

Kalau sudah begini, suasana sekitar rasanya sunyi sekali. Tidak terdengar suara sedikit pun, termasuk suara istri yang rupanya sudah memanggil saya beberapa kali.

Pas mau respon ucapan istri pun, rasanya kayak orang linglung, karena pikiran saya yang masih memikirkan strategi untuk Kanyaah, dipaksa untuk menanggapi curhatan istri.

Istri lalu mengucapkan sebuah kalimat yang berhasil membuat saya tertampar.

"Kamu lagi liburan masih aja ngurusin kerjaan. Liburan dulu dong..."

Kalimatnya memang sederhana, tapi membuat saya merenungkan apa yang sudah saya perbuat selama liburan kali ini.

Sebelumnya, saya mikir "nggak apa-apa lah, kan lagi istirahat juga".

Padahal, istri mungkin sudah menunggu momen liburan ini dan ingin memaksimalkannya, mengingat liburan ini sudah direncanakan dari jauh-jauh hari.

Dan... jujur saja, saya baru kepikiran ke sana saat istri bilang kalimat tersebut.

Mungkin karena programmer sehari-harinya terbiasa memecahkan masalah, sehingga ketika momen liburan begini pun, masih aja mencari masalah yang harus diselesaikan.

Tidak ada masalah yang bisa diselesaikan sehari aja rasanya seperti ada yang kurang.

Kebiasaan ini, di momen yang tidak tepat, rupanya adalah kebiasaan yang buruk.

Jadi, bapak-bapak programmer...

Dari sekarang, yuk biasakan diri untuk mengontrol isi pikiran kita yang berisik ini.

Ada kalanya kita selaku kepala keluarga harus hustle. Ada kalanya juga kita harus menikmati momen bersama keluarga kecil kita, tanpa memikirkan bug yang belum di-fix atau fitur yang belum sempat di-enhance.

Kita hustle pun demi keluarga kecil kita kan, pak?

Jadi... kalau lagi bareng sama keluarga, nikmati momen-momen itu semaksimal mungkin, pak.

Karena setelah itu, bapak harus kembali ke rutinitas bapak sebagai seorang programmer, dan istri bapak juga kembali mengurus rumah dan anak-anak.

Belajar menghargai momen yuk, pak. Kalau lagi bersama keluarga, hustle-nya bisa nanti lagi aja.

#Threads #LessonLearned


Tulisan lainnya