adipurnm

adipurnm's log

November 3, 2025

Daftar permainan tradisional yang semakin hilang tergerus zaman

Di suatu malam, saya dan istri ngobrol-ngobrol di ruang keluarga. Salah satu topiknya adalah nostalgia permainan tradisional yang sekarang kian tergerus karena modernisasi.

Lewat tulisan ini, saya ingin mendokumentasikan apa saja permainan tradisional yang dulu sering kami mainkan saat teknologi informasi belum secanggih sekarang, dan bagaimana cara mainnya (seingat saya).

Kaléci/Kelereng

Adu Kelereng Sumber: merahputih.com

Permainan ini setidaknya ada dua mode: mode batu dan mode pola.

Di mode batu, tidak ada batasan pemain. Setiap pemain melemparkan kelereng sedekat mungkin dengan batu. Yang paling dekat dengan batu, itu giliran pertama.

Mode lainnya adalah mode pola. Sistemnya pemain akan memasang kelereng sejumlah tertentu dengan sama rata. Kemudian, kelereng-kelereng tersebut akan disimpan di atas pola yang digambar di atas tanah.

Biasanya, pola tersebut berupa persegi yang dibagi 4. Kelereng kemudian ditempatkan di sudut-sudut persegi.

Ucing Babét/Lempar Bola

Ucing Babet Sumber: Imas Eva Nurviati (IMAS EVA CHANNEL)

Prinsipnya sederhana. Satu orang ditentukan sebagai “ucing” atau pemegang bola. Bola di sini bisa berupa bola tenis, atau bola kertas. Pokoknya bola seukuran telapak tangan.

Orang yang terkena bola tersebut akan jadi kawan si ucing. Permainan berakhir saat semua pemain jadi ucing.

Saya sarankan main di tempat yang luas dan nggak ada barang-barang, misal di lapangan, biar bisa menikmati serunya menghindari lemparan bola si ucing, hahaha.

Gatrik

Gatrik Sumber: desapasirpanjang.blogspot.com

Untuk memainkan permainan ini, kamu perlu dua bilah bambu berukuran berbeda. Satu panjang dan satu pendek.

Permainan ini terdiri dari dua tim: tim pemukul dan tim penangkap. Tim pemukul tugasnya memukul bambu kecil sejauh mungkin. Tim penangkap bertugas menangkap bambu kecil yang dipukul tim pemukul.

Setidaknya ada dua babak di permainan ini.

Babak pertama, bambu kecil disimpan di atas dua buah batu. Tim pelempar kemudian memegang bambu panjang dan memposisikan ujungnya di antara dua batu tersebut, tepat di bawah bambu kecil, lalu mengayunkan bambu panjang ke atas untuk membuat bambu kecil terlempar sejauh mungkin.

Babak kedua, tim pemukul meletakkan bambu pendek di atas satu batu kecil sebagai landasan, sehingga menyerupai jungkat-jungkit. Tim pemukul memukul ujung bambu kecil yang posisinya di atas untuk membuat bambu kecil melayang.

Saat bambu kecil melayang, tim pemukul harus dengan sigap memukul bambu kecil sejauh mungkin. Kalau tidak kena, pemukul tersebut “mati” dan harus diganti oleh pemukul lainnya. Kalau semua mati, tim pemukul ganti giliran jadi tim penangkap.

Tim penangkap tugasnya masih sama: menangkap bambu kecil yang dipukul oleh tim pemukul. Kalau berhasil ditangkap, giliran berganti. Kalau gagal, jarak antara bambu kecil dan landasan dihitung menggunakan bambu panjang. Hasilnya kemudian dijumlahkan dengan skor di babak pertama.

Kelompok yang menang adalah kelompok yang poinnya paling besar, atau kelompok yang pertama kali mencapai poin tertentu yang disepakati, misalnua 30 poin.

Péclé/Engklek/Tapak Gunung

Tapak Gunung Sumber: budaya-indonesia.org

Untuk memainkan permainan ini, pertama kita harus membuat beberapa kotak yang saling terhubung. Polanya bebas, tapi yang biasa saya mainkan dulu itu polanya seperti ini:

Pola Tapak Gunung

Setelah digambar, kita memerlukan barang pipih atau gaco. Biasanya dari pecahan keramik, genteng, atau atap rumah.

Giliran ditentukan melalui hompimpa. Pemain kemudian melempar gaco ke dalam pola persegi. Kalau keluar, giliran pemain tersebut berakhir dan lanjut giliran berikutnya.

Congklak

Congklak Sumber: sewaktu.com

Permainan ini terdiri dari dua pemain saja. Untuk memainkan permainan ini, perlu papan dan biji congklak. Papan congklak berisi 7 kolam kecil yang saling bersebrangan dan 2 kolam besar di tepi papan congklak.

Masing-masing pemain punya 49 biji congklak, sehingga setiap kolam kecil diisi 7 biji congklak, sementara kolam besar dibiarkan kosong.

Pemain harus mengisi kolam dengan biji dengan ketentuan sebagai berikut:

Jika biji terakhir jatuh di kolam besar, maka pemain bebas mengambil dari kolam kecil miliknya sendiri.

Selama kolam di mana biji terakhir tempati ada isinya, maka giliran masih akan terus berlanjut.

Jika biji terakhir menempati kolam lawan, maka giliran berakhir tanpa mendapatkan apa-apa. Jika biji terakhir menempati kolam sendiri:

Permainan selesai jika tidak ada lagi biji congklak yang tersisa. Pemain dengan jumlah biji congklak terbanyak adalah pemenangnya.

Adu Gambar

Adu Gambar Sumber: bandungbergerak.id

Adu gambar ini ada dua mode.

Mode pertama adalah mode tepuk gambar. Pemainnya hanya berjumlah dua orang. Sebuah gambar diletakkan di atas telapak tangan, kemudian masing-masing pemain menepukkan telapak tangannya satu sama lain.

Gambar yang posisinya menghadap ke atas ketika menyentuh permukaan adalah pemenangnya. Pemenang berhak mendapatkan satu gambar dari yang kalah.

Mode kedua adalah mode membalik gambar.

Sejumlah gambar disimpan di atas permukaan. Pemain berusaha membalik gambar tanpa menyentuhnya secara bergiliran dengan menghentakkan telapak tangan ke permukaan atau ke telapak tangan, menciptakan hembusan angin yang cukup untuk membalikkan gambar. Gambar yang terbalik jadi milik pemain.

Ouya, gambar ini duku biasanya dijual di warung-warung. Biasanya dalam ukuran besar dan harus kita potong kecil-kecil dulu supaya bisa dimainkan. Per lembar besar bisa menghasilkan 30 sampai 50 gambar kecil.

Kwartet

Kwartet Sumber: tokopedia.com

Berbeda dengan adu gambar, kartu untuk permainan kwartet dijual di warung-warung dengan kondisi sudah terpotong rapi. Kartu dibagi menjadi beberapa kategori. Satu kategori berisi empat kartu. Biasanya satu set kartu berisi sekitar 8 sampai 10 kategori.

Permainan ini harus dimainkan oleh minimal 2 orang. Masing-masing pemain mendapatkan 4 sampai 8 kartu di tangan sebagai permulaan. Sisanya ditumpuk di tengah dengan kondisi kartu menghadap ke bawah.

Setiap giliran, pemain harus menyebutkan nama kategorinya terlebih dahulu. Jika pemain lain memiliki kartu dengan kategori yang sama dengan kategori yang disebutkan, maka pemain lain harus menyebutkan berapa jumlah kartu yang sama tersebut. Nggak boleh bohong! Nanti game-nya bisa-bisa nggak selesai-selesai, haha.

Pemain yang mendapatkan giliran kemudian harus menebak nama kartu yang dimiliki pemain lain. Nama kartunya terletak di pojok kiri atas berwarna merah, tepat di bawah nama kategori kartu.

Pemain dengan jumlah kwartet yang paling banyak adalah pemenangnya.

Sepak Bola Kertas

Sepak Bola Kertas Sumber: Mainan Channel

Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang pemain.

Untuk memainkan ini, kita perlu

Masing-masing pemain memasang 6 sampai 8 gambar yang dilipat menjadi dua. Gambar-gambar ini disimpan di lapangan membentuk formasi layaknya permainan sepak bola sungguhan. Ada kiper, bek, gelandang, dan striker.

Setiap giliran, pemain harus mengarahkan bola ke arah gawang. Jika masuk gawang, maka skor pemain bertambah satu. Jika tidak, maka pemain lain harus menendang dari posisi bola terakhir menuju gawang lawan.

Tugas pemain adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya. Pemain dengan skor terbanyak adalah pemenangnya.

BP-BPan

BP-BPan

Permainan ini adalah permainan non-kompetitif, tapi lebih ke role-play, dan biasa dimainkan oleh anak perempuan.

Biasanya, warung akan menjual satu lembar kertas yang berisi satu hingga dua karakter, lengkap dengan pakaian dan aksesorisnya.

Pemain kemudian mengarang cerita berdasarkan pakaian dan aksesoris yang dipakai oleh karakter pemain.

Hayoo siapa di sini yang dulu seneng banget main BP-BPan? Selamat bernostalgia, haha.

Bola Békles/Bekel

Bola bekel

Permainan ini sepertinya masih cukup sering dimainkan sampai sekarang ini. Tapi, untuk keperluan dokumentasi, mari kita tuliskan saja di sini.

Permainan ini bisa dimainkan oleh minimal 2 orang. Untuk memainkan permainan ini, perlu satu bola bekel dan 6 butir kewuk.

Permainan dimulai dari mi hiji, di mana pemain harus mengambil satu per satu kewuk yang disebar di permukaan.

Sebelum mengambil kewuk, pemain harus melemparkan bola bekel ke atas. Bola bekel hanya boleh memantul satu kali. Dalam rentang waktu tersebut, pemain harus mengambil kewuk yang ada dengan cukup cepat, sesuai dengan mi saat itu

dan seterusnya sampai migenep.

Setelah mi genep, kembali lagi ke mi hiji. Tapi, sekarang masuk ke sesi mi nangkar. Sebelum mengambil kewuk, pemain harus menghadapkan semua biji kewuk ke atas. Satu pantulan bola bekel satu kewuk. Setelah semua nangkar, baru kewuk diambil sesuai mi yang sedang berlangsung.

Setelah mi nangkar, ada mi nangkub. Ini kebalikannya mi nangkar. Jadi, pemain harus menghadapkan semua biji kewuk ke bawah. Sisanya, aturannya masih sama dengan mi nangkar.

Setelah mi nangkub, ada lagi mi naspél. Ini mi yang paling menantang sih, haha.

Pada dasarnya mi ini sama dengan mi nangkub. Hanya saja, pemain harus menyusun kewuk dalam posisi nangkub sehingga mirip dengan angka 6 pada kartu gaplé/domino.

Kemudian, pemain melempar bola bekel ke atas, mengambil semua biji kewuk satu per satu kewuk dengan cepat dengan batas waktu satu pantulan bola karet saja. Untuk mengakali pemain slow hand macam saya, dulu saya lempar aja bolanya setinggi-tingginya, haha.

Setelah semua mi ini selesai, pemain mendapatkan satu poin.

Giliran pemain akan selesai ketika:

Pemain dengan poin tertinggi adalah pemenangnya.

Gobak Sodor

Gobak sodor Sumber: bobo.gird.id

Permainan ini perlu dilakukan di lapangan yang cukup luas, seperti permainan ucing bola, kurang lebih sekitar 9x4 meter. Di atas permukaan lapangan, dibuat pola 6 persegi, panjang 2 kotak dan lebar 3 kotak.

Permainan ini terdiri dari dua tim: tim penyerang dan tim penjaga. Masing-masing tim terdiri dari 3 sampai 5 anggota.

Tim penjaga terdiri dari 4 orang yang hanya bisa bergerak secara horizonal dan 1 orang yang hanya bisa bergerak secara vertikal di atas garis.

Tim penjaga tugasnya menjaga supaya tim penyerang tidak bisa lewat. Jika penyerang tersentuh oleh penjaga, maka penyerang harus keluar lapangan. Giliran berganti saat semua tim penyerang berhasil ditangkap oleh tim penjaga.

Tim penyerang tugasnya menerobos tim penjaga tanpa tersentuh. Untuk mendapatkan poin, tim penyerang harus melewati tim penjaga secara bolak-balik.

Tim dengan jumlah poin paling banyak yang jadi pemenangnya.


Fyuh… panjang juga ya ternyata. Cukup repot nulis sepanjang ini dari HP, haha.

Sebenarnya masih ada beberapa permainan tradisional lagi, tapi segini dulu. Nanti saya tambahkan kalau saya ingat (dan mood).

Semoga tulisan ini bisa jadi referensi di masa depan, di mana anak-anak sudah lupa bahwa permainan offline generasi 90an ternyata seru banget!

Balas melalui email.